Ini Alasan Mengapa Tidak Diperbolehkan Langsung Mematikan Mesin Pada Mobil Diesel

Ini Alasan Mengapa Tidak Diperbolehkan Langsung Mematikan Mesin Pada Mobil Diesel

DheVilz – Bagi sebagian pecinta otomotif pasti pernah mendengar rumor bahwa mobil dengan mesin diesel tidak diperbolehkan mematikan mesin secara langsung setelah melakukan perjalanan.

Pada sebagian mobil diesel telah dilengkapi dengan timer untuk mematikan mesin secara otomatis setelah kunci mobil dilepas, sehingga mesin mobil tidak langsung mati seketika kunci dilepas.

Pada dasarnya mobil yang ditenagai dengan mesin diesel membutuhkan waktu agar mesin bisa kembali ke posisi idle setelah digunakan. Pada mesin diesel terdapat beberapa komponen yang cukup rentan ketika mengalami perubahan temperatur yang cukup derastis.

Beberapa mesin diesel yang tidak boleh mati secara langsung itu memang benar adanya, terutama pada mesin diesel yang telah dilengkapi oleh turbo.

Jika mobil diesel yang telah dilengkapi dengan turbo, ada baiknya tidak mematikan mesin secara langsung ketika sudah digunakan dalam rentang waktu 2 jam, atau ketika mobil dikendarai pada kecepatan tinggi. Ini tidak boleh mematikan mesin secara langsung.

Untuk mesin diesel yang belum menggunakan turbo, mematikan mesin secara langsung ketika baru berhenti memang tidak terlalu bermasalah, namun tetap dianjurkan agar tidak dimatikan secara langsung.

Sebaiknya mobil dengan mesin diesel tidak dimatikan secara langsung, hal ini diharapkan agar sirkulasi pelumas, pendingin, dan komponen lainnya kembali ke kondisi normal lagi. Tunggu sebentar dalam kurun waktu 20 detik hingga 30 detik baru matikan mesin.

Mobil diesel dengan tambahan turbo harus lebih hati-hati ketika mematikan mesin, karena bisa menyebabkan keausan pada komponen, alhasil performa mesin bisa turun.

Turbo ini bekerja pada putaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan putaran mesin. Misalnya saja, ketika mesin dalam putaran 5.000 RPM, pada turbo bisa jadi 60.000 RPM bahkan bisa jadi mencapai 100.000 RPM.

Ketika dalam keadaan putaran yang tinggi tersebut, turbo memerlukan lebih banyak pelumasan dibandingkan ketika mesin idle.

Apabila mesin tiba-tiba dimatikan tanpa membiarkan mesin idle dalam beberapa saat, bantalan atau bearing turbo tidak akan mendapatkan pelumasan secara maksimal. Ketika mesin mati, pompa oli pun ikut mati, artinya tidak ada sirkulasi pelumasan lagi ketika mesin mati.

Ketika hal ini menjadi kebiasaan, maka komponen yang akan rusak pertama kali adalah turbocharger, komponen ini memiliki harga yang tidak murah, apa lagi jika ditambah biaya pasangnya.

Oleh karena itu, lebih baik menunggu 30 detik hingga 1 menit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.