Penggunaan Pasta Anti Bocor Pada Ban, Ini Dampak di Masa Depan

Penggunaan Pasta Anti Bocor Pada Ban, Ini Dampak di Masa Depan

DheVilz – Semua orang pasti tidak menginginkan kendaraan yang sedang dipakai tiba-tiba mengalami kebocoran pada ban. Selain karena menambah waktu perjalanan, mengalami ban bocor pada tempat yang sepi juga rawan mengalami tindak kriminal.

Karena hal inilah, menjadikan banyak inovasi dan terobosan teknologi terbaru agar ban yang bocor masih bisa digunakan sampai ke tujuan. Salah satu terobosan tersebut yakni cairan atau pasta anti bocor.

Cairan tersebut, dimasukkan kedalam ban sehingga seluruh permukaan ban bagian dalam terlapisi oleh cairan atau pasta tadi. Cairan ini bekerja ketika ban tertusuk benda tajam yang mengakibatkan ban bocor, namun pasta atau cairan ini akan tertarik ke bagian lubang ban karena adanya tekanan udara didalam ban.

Sebenarnya, teknologi pasta atau cairan ini merupakan teknologi lama. Penggunaan cairan ini pun memiliki konsekuensi dalam penggunaan jangka panjang.

Ketika ban dilepas dari pelek, maka ban dan pelek akan berada dalam kondisi yang kotor. Hal ini terjadi karena cairan tersebut tidak menempel rapi pada permukaan.

Hal lain yang dapat disebabkan karena penggunaan cairan pada ban yakni menjadikan ban sulit untuk di-balancing. Walaupun dilakukan balancing hingga beberapa kali, ban pada mobil tidak akan bisa mencapai titik nol atau titik keseimbangan.

Kondisi sulitnya untuk menemukan titik keseimbangan ini diakibatkan cairan dalam ban akan terus bergerak di dalam ban ketika sedang dilakukan balancing. Akibat dari pemakaian cairan ini menjadikan handling atau penguasaan kendaraan menjadi sedikit dikorbankan ketika menggunakan cairan ini.

Dikarenakan kekurangan dari penggunaan carian ini, lantas pabrikan ban membuat terobosan baru yang cara kerjanya mirip dengan penggunaan pasta atau cairan anti bocor tadi.

Terobosan teknologi terbaru ini diberi nama seal inside tire, teknologi ini bekerja dengan cara melapisi ban bagian dalam menggunakan material mastic yang dioles secara merata agar tidak mudah menggumpal.

Ketika ban mengalami kebocoran, lapisan sealant yang telah oles ke bagian dalam ban akan secara otomatis menutupi lubang yang ada berkat tekanan udara dari dalam ban. Cara kerja yang mirip dengan cairan anti bocor, namun lebih aman tanpa mengorbankan handling pada kendaraan.