Penggerak Roda Depan vs Penggerak Roda Belakang Manakah Layout Terbaik?

Belakangan ini para sales mobil banyak yang menawarkan mobilnya dengan mengikutsertakan deskripsi layout mobil yang mereka jual. Bahkan sampai menjelek-jelekan produk lain karena menggunakan layout yang katanya tidak cocok untuk mobil tersebut. Bahkan saking panasnya berita mobil dengan penggerak roda depan vs penggerak roda belakang, ada sales mobil yang membesar-besarkan kelemahan mobil penggerak roda depan. Dengan cara menguji mobil penggerak depan berhenti di tanjakan mall, kemudian di coba untuk berjalan lagi. Dan mobil dengan penggerak roda depan tersebut spin sampai berasap cukup banyak. Jika dilihat tempat pengambilan gambar kering, tidak berpasir atau hujan dan  jika kita lihat, seberapa tinggi sih panjatan mall tersebut sampai membuat mobil tersebut spin? Disini sangat terlihat bahwa berita tersebut berbau promosi hehe. Sehingga banyak pembahasan tentang penggerak roda depan vs penggerak roda belakang diberbagai media sosial. Lantas manakah yang terbaik antara layou tersebut?

Karena ramainya pembahasan mobil dengan penggerak roda depan vs penggerak belakang, maka kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang layout tersebut. Sebenarnya layout kendaraan memiliki beberapa macam, yaitu FWD, RWD, 4WD dan AWD. Namun yang akan kita bahas kali ini yaitu FWD vs RWD, karena layout ini yang paling banyak digunakan kendaraan di Indonesia.

Pengertian FWD

FWD adalah singkatan dari Font Wheel Drive atau biasa disebut juga dengan penggerak roda depan. Secara sederhana, mobil dengan penggerak roda depan menyalurkan tenaga mesin ke roda depan. Sehingga ketika mobil berakselerasi, roda depanlah yang bekerja untuk meggerakan mobil. Sistem penggerak roda depan ini mulai populer pada tahun 1990an, dimana para insinyur berlomba-lomba menciptakan mobil yang lebih hemat bahan bakar. Kebanyakan mobil-mobil jenis sedan,city car, dan LMPV menggunakan layout ini.

Pengertian RWD

RWD adalah singkatan dari Rear Wheel Drive atau biasa disebut juga penggerak roda belakang. Kebanyakan layout mobil RWD dengan menempatkan mesin dibagian depan(layout FR), kemudian tenaga mesin disalurkan ke roda belakang melalui gardan. Layout ini kebanyakan digunakan untuk mobil keluaran dibawah tahun 1990an, kendaraan berat seperti truk, mobil-mobil mewah yang masih mengutamakan kenyamanan, dan mobil-mobil sport.

Namun ada juga layout RR atau Rear enggine Rear wheel drive. Layout model Rear enggine Rear wheel drive ini menempatkan mesin dibelakang dan menggerakan roda belakang. Contoh mobil dengan penggerak RR yaitu VW beetle, Porsche 911 dll.

Mobil dengan penggerak roda depan(FWD) dikenal lebih hemat bahan bakar dibandingkan dengan mobil berpenggerak roda belakang(RWD). Hal ini karena mobil dengan penggerak roda depan tidak menggunakan gardan seperti mobil-mobil berpenggerak roda belakang. Letak mesin yang berada diatas ban depan diyakini dapat mengurangi konsumsi bbm yang cukup signifikan. Selain itu, karena mobil berpenggerak roda depan tidak ada gardan, bobot mobil penggerak roda depan juga bisa lebih ringan.

Dalam hal akselerasi, mobil dengan penggerak roda depan lebih unggul dibandingkan mobil berpenggerak roda belakang. Hal ini lagi-lagi karena adanya gardan pada mobil berpenggerak roda belakang. Sehingga tenaga mesin sebelum sampai di ban belakang sudah berkurang karena adanya tambahan bebaan(gardan). Jadi akselerasi mobil penggerak roda belakang sedikit bolot. hehe

Pengalaman memakai mobil 2.300cc 6 silinder berpenggerak roda belakang vs mobil 1.500cc 4 silinder berpenggerak roda depan. Untuk urusan overtake atau mendahului, lebih enak mobil berpenggerak roda depan yang hanya 1.500cc

Dari pengalaman tersebut, bisa dibilang gak fair karena beda spesifikasi mobilnya. Seharusnya mobil yang diuji dari dimensi sampai mesinnya sama, tetapi penggeraknya saja yang berbeda. Tetapi sepintas memang seperti itulah karakter mobil penggerak roda depan vs penggerak roda belakang. Dimana, mobil penggerak roda depan memiliki karakter yang sedikit kasar. Jadi, kalo pedal gas mobil di toel(apa sih bahasa selain toel hehe) sedikit aja mobil langsung merespon saat itu juga. Jadi karakternya kayak nyentak gitu hehe. Beda dengan mobil berpenggerak roda belakang, karakter mobil berpenggerak roda belakang itu halus. Jadi kalo mobil dengan tenaga mesin yang pas-pasan ditambah menggunakan pengggerak roda belakang. Udah dijamin bolot, susah buat nyalip-nyalip dibandingkan mobil berpenggerak roda depan. Namun karena karakter mobil berpenggerak roda belakang yang halus ini, maka mobil-mobil kelas premium seperti BMW dan Mercedes Benz masih menggunakan penggerak roda belakang.

Mobil dengan penggerak roda depan juga memiliki karakter yaitu under steer sedangkan mobil dengan penggerak roda belakang memiliki karakter over steer. Penjelasan mengenai under steer atau nyelonong yaitu ketika setir mobil sudah dibelokkan, namun laju mobil masih tetap lurus. Hal ini terjadi karena ban depan mobil kehilangan traksi, sehingga mobil tidak ikut belok ketika setir sudah dibelokkan. Sedangkan over steer yaitu ketika bagian belakang atau pantat mobil membuang/melintir ke kanan atau kekiri. Hal ini biasanya terjadi karena kita melakukan pengereman ketika membelok. Namun untuk gejala understeer atau oversteer sangat sulit terjadi jika kita berkendara secara normal. understeer atau oversteer terjadi saat kendaraan melaju sangat cepat, seperti balap mobil.

Selanjutnya 4WD vs AWD …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *