Merger Indosat dan Tri, Bagaimana Nasib Pelanggan Setia?

DheVilz – Mentri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) secara resmi telah menyetujui penggabungan usaha atau merger yang dilakukan oleh operator selular Indosat dan Tri.

Persetujuan ini dapat dilihat dari ditekennya Keputusan Menteri Kominfo Nomor 7 Tahun 2022 tentang Persetujuan Penggabungan Penyelenggaraan Telekomunikasi PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia pada hari Selasa (04/01/2022) kemarin.

Dengan adanya penggabungan tersebut, entitas gabungan dari kedua perusahaan menjadi PT Indosat Ooredo Hutchison Tbk, (Indosat Ooredo Hutchison Tbk) secara resmi beroperasi.

Pemberian persetujuan penggabungan kedua perusahaan tersebut yang dilakukan oleh Kominfo bertepatan dengan tanggal efektif merger antara kedua perusahaan (Indosat dan Tri) yakni, pada tanggal 04 Januari 2022.

Dengan diterbitkannya keputusan mentri tersebut, maka seluruh hak dan kewajiban Tri sebagai penyelenggara telekomunikasi secara resmi beralih menjadi hak dan kewajiban Indosat, termasuk dan tidak terbatas pada;

  • Hak penggunaan penomoran telekomunikasi
  • Kewajiban pembangunan jaringan dan jasa telekomunikasi
  • Kewajiban menjamin keberlangsungan layanan kepada pelanggan
  • Kerja sama dengan telekomunikasi lainnya
  • Kewajiban pembayaran penerimaan negara bukan pajak berupa biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi dan biaya hak penggunaa spektrum frekuensi radio.
  • Kontribusi kewajiban pelayanan universal atau universial service obligation (USO)

Dengan adanya penggabungan ini, diharapkan operator telekomunikasi menjadi lebih efektif dan efisien.

Persetujuan yang dilakukan oleh Kominfo ini antara perusahaan Indosat dan Tri merupakan satu langkah baru menuju telekomunikasi Indonesia yang maju dan berkembang melalui tahapan konsolidasi pada industri telekomunikasi.

Kominfo berharap, dengan adanya persetujuan dari kominfo tentang penggabungan Indosat dan Tri, industri telekomunikasi semakin ramai dan memiliki daya saing yang lebih baik lagi, terutama dalam hal penguatan struktur pemodalan, perluasan pasar, dan juga pangsa pasar yang semakin luas.

Dari adanya merger ini, terdapat beberapa penekanan poin penting. Diantaranya pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi yang lebih efisien dan juga pemanfaatan spektrum frekuensi yang lebih optimal.

Setelah adanya merge Indosat dan Tri ini, Indosat sebagai perusahaan induk memiliki kewajiban untuk memenuhi beberapa komitmen yang telah terlampir sebagai syarat dalam surat penggabungan Indosat dan Tri yang telah diteken Menkominfo pada tanggal 5 November 2021.

Beberapa syarat tersebut diantaranya, Indosat memiliki kewajiban untuk mengembalikan pita frekuensi radio kepada negara sebesar 5 MHz FDD atau 2 kali 5 MHz dengan total 10 MHz di frekuensi 2.1 GHz.

Sebelum adanya merger, Indosat telah memiliki alokasi pita frekuensi sebanyak 95 MHz yang terbagi pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz, 1.8 GHz, dan juga 2.1 GHz.

Indosat akan menerima 50 MHz dari dampak penggabungan tersebut. Maka perusahaan Indosat setelah merger memiliki total frekuensi sebanyak 145 MHz.

Namun, dari sekian frekuensi yang dimiliki tersebut, tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan. Sebab, Kominfo meminta Indosat untuk mengembalikan sebagian pita frekuensi yang dimiliki, yakni sebesar 10 MHz pada spektrum 2.1 GHz (3G).

Jadi, dari total 145 MHz frekuensi yang dimiliki oleh perusahaan Indosat Ooredo Hutchison, hanya 135 MHz yang dapat dimanfaatkan untuk layanan.

Pita frekuensi yang wajib dikembalikan oleh Indosat ini merupakan frekuensi yang terletak antara 1.975-1980 MHz yang berpasangan dengan pita frekuensi radio pada rentang 2.165-2.170 MHz.

Pengembalian frekuensi ini memiliki batasan waktu paling lambat hingga satu tahun tertanggal sejak berlakunya KM No. 7 tahun 2022 atau lebih tepatnya pada 4 Januari 2023 nanti.

Kabarnya, pita frekuensi sebesar 10 MHz yang dikembalikan oleh Indosat Ooredo Hutchison tersebut akan dilelang kepada penyelenggara operator selular ditanah air.

Apabila nantinya ada lebih dari satu operator yang berminat maka akan dilakukan lelang oleh Kominfo pada tahun 2023 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.