Toyota Kijang Kapsul LGX 2004 Menemani Selama Empat Tahun

Mengenal Toyota Kijang Kapsul LGX 2004 – Berbibaca mobil keluaran dari pabrikan toyota ini seharusnya sudah banyak yang membahasnya. Entah kenapa kebanyakan orang indonesia lebih suka dengan mobil keluaran toyota. Padahal ada banyak mobil-mobil lain yang lebih wort it untuk dibeli dari aspek harga yang lebih murah ataupun fitur yang lebih lengkap. Sehingga ada juga yang mencibir “Mau beli mobil atau mau beli merk?” 

Namun dengan banyaknya penggemar mobil-mobil dari toyota ini, sehingga harga bekasnya menjadi lebih stabil. Mungkin hal ini juga yang menjadi pertimbangan bagi para maniac toyota. lebay dikit XD Banyak orang-orang di Indonesia yang membeli mobil untuk jangka pendek. Maksudnya setelah dua atau tiga tahun mereka jual kembali mobilnya. Menjual mobil kesayangan karena sudah bosan dengan mobil tersebut, atau menjual karena ada produk baru yang lebih menggiurkan. Hal ini yang menjadi tipikal orang indonesia. Sehingga cocok untuk mencari mobil dengan harga jual kembali yang tidak anjlok atau terjun bebas.

Siapa sih yang tidak mengenal toyota kijang kapsul? Toyota kijang diluncurkan pertama kali pada tahun 1970-an. Kijang gen satu ini dikenal dengan sebutan kijang buaya. Kemudian toyota kembali mengeluarkan  kijang doyok dan kijang super/grand extra. Setelah itu toyota sempat menghentikan produksi toyota kijang. Namun pada tahun 1997 toyota memproduksi kembali toyota kijang dengan sebutan kijang kapsul. Kijang kapul keluaran pertama tahun 1997 sampai tahun 2000 masih menggunakan karburator. Kemudian pada tahun 2000 sampai 2004 sudah menggunakan teknologi injeksi(EFI). Toyota kijang kapsul produksi 2002 sampai 2004 sempat mengami minor change. Kemudian pada pertengahan 2004 kijang kapsul di ganti menjadi kijang inova sampai sekarang.

Minor change kijang kapsul 2002-2004 yaitu update bentuk foglamp yang awalnya hanya menghadap ke depan sekarang melebar sampai ke samping. Kemudian Lampu belakang ada penambahan aksesoris berbentuk segitiga, selain itu lampu sein belakang kembali menjadi kuning tapi sudah jadi Kristal. Dan terakhir bentuk grill sudah tidak rata, tapi jadi lebih maju ke depan.

Oke, sekarang kita masuk ke dongeng yang bikin ngantuk XD

Pada awal 2014, saya mendapatkan mobil toyota kijang kapsul lgx 2004 dengan kondisi yang lumayan bagus, dan harganya sedikit di atas pasaran. Warna mobil yang saya dapatkan yaitu silver metalik(tertulis diBPKB XD), dan cat mobil masih sangat mulus. Semua part dan aksesoris masih orisinil, dan barang terlihat sangat terawat. Ke empat ban pembuatan 2013, yang berarti baru 1 tahun diganti.

Bagi saya ban adalah part yang wajib dicek. Mengecek kondisi ban tidak hanya saat membeli mobil, tapi juga ketika sudah membelinya. Karena ban merupakan salah satu faktor keselamatan berkendara. Kan tidak lucu kalau bepergian jauh tiba-tiba ban meletus atau robek, bisa berabe nanti masalah keuangan hehe. Apalagi kalau jalan jauh plus ngebut bisa bahaya kan? Nah alangkah baiknya kalau kondisi ban di chek terlebih dahulu. Ban yang sudah berumur 5 tahun atau lebih sebaiknya diganti. Karena pada usia 5 tahun, karet ban sudah mengeras dan tidak layak pakai hehe. Untuk artikel yang membahas tentang ban sudah pernah saya singgung sebelumnya disini.

Masuk ke bagian interior, mobil toyota kijang kapsul lgx 2004 punya saya, semua dalam kondisi yang cukup bagus, kulit jok juga masih bagus tanpa ada sobekan pada kulit joknya. Pada saat saya mendapatkan mobil ini tahun 2014 lalu, odometer menunjukan angka 160ribu. Kemudian menengok ke sisi tengah dasbord, terdapat tape jadul yang bertuliskan alpine 01, kalau gak salah inget hehe. Kemudian diatas tape terdapat panel untuk mengatur ac, panel ini menurut saya sedikit lebih bagus karena menyalakannya dengan cara digeser ke kanan, semakin ke kanan semakin dingin acnya. Untung bukan yang bulet-bulet mirip kompor peace XD. Kemudian menengok ke atas ada panel lampu dan tempat tisyu, nah pada bagian ini saya mendapatkan barang yang busuk. Tempat tisunya rusak dan di iket pake tali, ya walaupun gak busuk-busuk banget lha harganya aja 125.000 kalau diganti hehe. Kemudian dibelakang tempat tisyu nangkring ac/double blower. Fitur doble blower yang menurut saya kurang fungsi karena jarang dipake kecuali ada yang duduk di baris ke tiga. Lha gimana mau nyalain doble blower, ac depan low aja sopir dan penumpang di baris ke dua udah kedinginan hehe.

Banyak yang membanding-bandingkan mobil ini sama mobil-mobil baru keluaran duo kembar, tapi yang sering duduk di baris ke dua atau baris ke tiga semua komentar lebih enak naik ini dari pada duo kembar. Katanya mobil ini legroom/ruang kakinya lebih lebar dari si duo kembar, jadi penumpang pada betah, udah gitu gak bikin pusing kayak mobil-mobil baru. Memang menurut saya baris dua ini walaupun kursi driver mentok kebelakang juga masih kelewat banyak space buat  kaki penumpang  baris ke dua. Untuk baris ketiga juga masih enak, saya yang tinginya 165 cm masih banyak space duduk di kursi baris ke tiga. Di belakang kursi baris ke tiga masih bisa buat naruh barang-barang juga.

Masuk ke sektor mesin, mobil toyota kijang kapsul lgx 2004 menggunakan mesin 1.8 liter dengan kode 7k-e injeksi MT 5 speed mampu mengeluarkan tenaga sebesar 80 HP. Saat saya mencoba  memakai si kijang untuk jalan-jalan saya sedikit kaget. Kenapa tenaganya seperti ini, seburuk inikah? Dibandingkan kijang grand extra milik saya sebelumnya, tarikannya lebih enak kijang grand extra yang masih karburator. Saat saya mencoba kijang efi ini untuk overtake atau mendahului terasa sangat lambat ketika kecepatan sudah mencapai 60 kpj, dan ketika menginjak pedal gas harus di urut, jika menginjak pedal gas terlalu dalam mobil malah tersendat seperti ngelitik. Yang ada dipikiran saya awalnya apakah karena di isi premium? Jadi saat saya jalan-jalan sekalian saya isi pertamax 150 ribu. Terasa mesin lebih halus dan saat di akselerasi lebih ngisi tenaganya, tapi… kalau pedal gas terlalu dalam tenaga masih tertahan, berarti masalah bukan pada bbm. Saya pikir-pikir lagi itu adalah fuel pump yang rusak atau ada pengapian yang mati/lemah. Akhirnya saya bawa kebengkel, dan kelihatan ternyata kalau fuel pump sudah lemah. Akhirnya diganti lah itu si biangkerok. Setelah selesai saya coba untuk jalan-jalan sekalian lari-lari kecil. Dan benar saja, masalah yang tadi sudah hilang, dan akselerasinya pun lebih baik dari sebelumnya. Untuk overtake mobil-mobil sekarang mudah dan wussss wusss. Namun yang saya rasakan ketika mau mendahului mobil-mobil di kecepatan 110 kpj, terasa sangat lama, ya saya sadar diri ini mobil keluarga dengan teknologi ohv yang tenaganya cuma 80 HP. Jadi gak usah sok-sokan ngebut di atas 110 lah ya, walaupun di mobil saya 110 masih stabil. Cuman kaki kanannya aja yang serasa melayang #red gak berani bejek lebih dalem hehe.

Untuk konsumsi BBM si toyota kijang kapsul lgx 2004 cukup irit ya, untuk dalkot bisa 1:8 sampai 1:9, tergantung kaki kanan. Kalau luar kota bisa 1:11 sampai 1:12. Tapi jangan dibandingkan sama mobil-mobil sekarang ya? jauhh. Jauh lebih boros ini maksudnya hehe Ya kalau tidak suka yang boros BBM sih mobil ini bukan pilihan yang tepat.

Nah kalau masalah perawatan, selama empat tahun ini hampir tidak ada kendala. Cuma ganti oli rutin aja sih. Soalnya jarang rusak. Ya kalau apa aja yang rusak hampir gak ada, cuma tahun 2016 ganti aki aja, trus kemarin ini 2018 fanbelt putus hehe, selain itu gak ada

Mungkin itu dulu yang bisa saya bahas tentang mobil toyota kijang kapsul lgx 2004, semoga tulisan ini bisa membantu yang sedang mencari mobil Kijang dan beranfaat bagi yang lain. Mungkin di lain waktu bisa saya update untuk penambahan artikel dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *